Belajar dari Pemilihan RT

Di tempat saya saat ini sedang berlangsung PEMILU. Bukan untuk memilih caleg atau presiden, tapi ketua RT. Layaknya pemilu sungguhan, pemilihan ketua RT ini juga cukup ramai. Dari putaran pertama, terdapat 16 bakal calon. Selanjutnya, dipilih lima besar bakal calon urutan suara terbanyak teratas, untuk putaran kedua.

Dari semua calon yang ada, terlihat tidak ada ambisi untuk mengejar jabatan RT. Tidak ada yang menggerahkan massa pendukungnya, apalagi yang main-main dengan uang, atau pasang spanduk dan photo narsis di pinggir-pinggir jalan.😀 Justru, menurut pengamatan saya, mereka saling menunjuk calon lain yang dirasa lebih cakap dan kompeten menjabat ketua RT. Masing-masing berusaha untuk tidak terpilih.

Lucu. Saya tertawa sendiri. Tentu saja cuma di dalam hati (kalau nggak, nanti Anda pikir saya orang gila). Saya membayangkan, seandainya kejadian serupa juga terjadi di pemilihan calon legislatif atau presiden. Seandainya masing-masing peserta saling menunjuk calon lain yang dinilai lebih cakap, kompeten, profesional, dan lebih pas untuk meraih jabatan tersebut; bukan lantaran KKN, semata-mata kenal, atau asal tunjuk. Tidak ada lagi photo narsis di jalanan. Tidak ada lagi suap-suapan uang. Tidak ada lagi adu mulut, adu jotos, adu domba, adu ayam, adu sapi ha..ha..ha..

Ah…, tapi rupanya kita harus segera bangun, dan bergegas cuci muka. Sebab, apa yang saya bicarakan di sini baru sebatas mimpi. Mimpi saya, dan juga Anda. 🙂 ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s