Koneksi di Bawah 1 Mbps, Provider Harusnya Kena Sanksi

Mungkin ini bisa jadi peringatan buat para provider yang mengklaim produknya dengan kecepatan yang bombastis, tapi kenyataannya lelet minta ampun. Ampun deh ampuuunnn.

JAKARTA – Beberapa negara di Eropa telah menerapkan sebuah peraturan ketat tentang kecepatan internet. Jika provider memberikan pelanggan koneksi di bawah 1 megabit per second (mbps), maka perusahaan tersebut akan dikenai sanksi berupa penalti. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

“Seharusnya ada regulasi yang mengatur hal tersebut. Karena ini menyangkut tanggung jawab provider terhadap pelanggan,” ujar Willy Sabry, Senior Manager Technical Business Development Wireline Alacatel Luncent, saat media briefing Triple Play Service, di FX Mall, Jakarta, Jumat (29/5/2009).

Akan tetapi, menurut Willy, untuk saat ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah fokus membangun infrastruktur yang ada. Karena percuma ada aturan yang sangat ketat, namun tidak ada jaringan yang dimaksud. Ditambahkan juga, pemerintah harus bisa menyelesaikan terlebih dulu akses broadband yang memang tengah digenjot.

“Yang perlu diingat, kita sebagai provider hanya menyarankan pemerintah seperti itu. Namun, untuk masuk ke dalam sebuah regulasi, itu urusannya lain lagi,” tandas Willy. (srn)

Sumber: OkeZone.com

4 thoughts on “Koneksi di Bawah 1 Mbps, Provider Harusnya Kena Sanksi

  1. iya pak, betul. mustinya konsumen dilindungi, jangan hanya jadi korban pemasaran saja. kalau memang tidak sesuai dengan yg dijanjikan, bisa dituntut ke pengadilan.

    arghh…, tapi apa iya ya sampai segitu? ini kan indonesia???πŸ˜€πŸ˜€ konsumen kan tetap konsumen. tidak punya daya apa2.

  2. Sekedar berbagi.
    Saya di sini (Jerman) langganan internet rumah DSL paket tengahan (32MB/s, hraga Rp350rb/bln), plg pelan 16MB/s tapi tidak dapat tilpon rmh dan domain.
    TAPIIIII..
    ternyata dapatnya separo, kira2 10MB/s. Mau nanyakan males, toh hanya utk email cukup. Maksudku kok ya gak sesuai dengan promosinya..Atau mungkin salahku juga 32MB/s itu kali share atau gimana sy gak tahu.

    • Ahhh…, ada tamu dari Jerman rupanya ha..ha..ha..πŸ™‚ Selamat datang mas Farid. Willkommen in meinem Blog… (maaf kalau terjemahannya salah he..he..he.., baru belajar sih ha..ha..)

      O gitu ya? Baru tahu nih mas. Kalau saya, dulu pakai paket personal, kuota 1GB (ini katanya unlimited kok masih pakai kuota ha..ha..ha..), kecepatan up to 384 kbps, biaya per bulan Rp 200.000 (blm PPn). Kelebihan pemakaian dicharged Rp 0,5/MB (kalau ndak salah. saya agak lupa). Kalau sekarang, paket yg baru berubah jadi paket Family. Biaya per bulan Rp 195.000 (blm PPn), kuota 3 GB, kecepatan up to 384 kbps, kelebihan pemakaian tidak kena charged, tapi kecepatan aksesnya yang diturunkan menjadi up to 128 kbps.

      Iya mas, setahu saya semua dishared, kecuali bila dinyatakan secara eksplisit sebagai koneksi yang dedicated. Cuma sayangnya, kalau memang itu shared, kenapa tidak fair ya, tidak ditulis dengan jelas…

      btw. terima kasih sudah jauh2 mampir kemari…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s