Internet dan Wong Cilik

Mungkin ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi para pembaca, terutama yang masih jarang bersentuhan atau menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tidak pernah menyangka, apa yang saya tulis di blog ini mendapat respon yang sangat cepat dari pembaca. Tanggal 29 Juni yang lalu saya iseng memasang sebuah iklan motor tua Yamaha L2 Super milik Bapak saya di blog ini. Saya sebut iseng, sebab, pertama, saya memang tidak berniat jualan secara serius. Saya hanya berusaha menepati janji untuk membantu menjual motor tersebut. Kedua, saya juga tidak berniat memotret untuk jualan. Saya memang senang memotret, dan kebetulan, salah satu ‘korban’ jepretan saya kali ini adalah sebuah motor tua itu, yang kemudian baru terpikir untuk saya komersilkan alias dijual lewat internet. Jadilah keisengan saya makin menjadi-jadi🙂.

Isi iklan tersebut sebenarnya biasa saja, sama seperti bahasa iklan pada umumnya. Anda bisa mencarinya di Google menggunakan keyword (kata kunci) L2 Super atau Yamaha L2 Super. Yang menjadikannya tampak tidak biasa, mungkin (saya sebut mungkin, sebab saya bisa menduga-duga saja) adalah cerita perihal riwayat motor tersebut, mulai dari baru sampai sekarang, dalam bentuk cerita yang mengalir, plus koleksi photo-photonya yang saya simpan di Flickr. Cerita tersebut saya cuplik dari file pribadi saya untuk lomba motor tua Yamaha yang pernah saya kirim beberapa waktu lalu.

Tiga hari kemudian, tanggal 2 Juli, seseorang menelpon Bapak dan menyatakan berminat untuk melihat-lihat. Tapi karena kesibukan, Bapak baru bisa bertemu keesokan harinya, Jum’at 3 Juli.

Saya sempat bertemu beliau, mas Agung namanya, yang bertemu dengan kami selepas sholat Jum’at. Saya tidak sempat mengikuti perbicangan Bapak dengan mas Agung, karena saya datang terlambat saat beliau akan pamit pulang. Namun dari cerita Bapak saya menyimpulkan bahwa mas Agung memang pencinta motor tua dan berminat untuk membeli. Cuma, sampai saat ini, saya belum mendapat kabar, apakah motor teresbut sudah terjual atau belum.

Buat saya, terjual atau tidak, bukan masalah. Yang menarik buat saya justru soal iklan iseng yang saya pasang di blog tersebut. Betapa internet telah menjadi media yang sangat efektif untuk berjualan. Bebas dari birokrasi, bebas dari makelar, seperti yang sering kita jumpai dalam transaksi di dunia nyata. Semua orang bisa jualan dan langsung bertemu dengan pembeli langsung. Internet memang memudahkan kehidupan wong cilik.

Saya membayangkan, suatu saat nanti para petani, pedagang kecil, pengusaha kecil, dan seluruh masyarakat kita, apapun profesinya, bisa melek internet alias paham dan mampu memanfaatkan internet untuk kehidupan sehari-hari dengan murah dan mudah, semudah dan semurah era telpon murah saat ini. Bukan di warnet (warung internet), melainkan di lapak-lapak, warung-warung, toko-toko, dan rumah-rumah mereka sendiri, meski berada di pucuk gunung sekalipun.

Semoga akses internet di Indonesia bisa semakin mudah dan, yang lebih penting lagi, jauh lebih murah dan merata. Tidak hanya di kota, tapi juga di pelosok desa. Semoga…

2 thoughts on “Internet dan Wong Cilik

    • @ berbagicerita:

      sama-sama mas🙂 blog gratisan, theme gratisan juga ha..ha. tapi lumayan lah.

      btw. apapun kegiatan yang dilakukan dengan senang hati, termasuk menulis, tentu akan terasa menyenangkan. cerita akan mengalir begitu saja. sptnya mas ini jg senang menulis. saya lihat di berbagicerita.info, banyak cerita menarik…

      salam kenal juga. terima kasih sudah bertamu kemari. jangan sungkan balik lagi yach..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s