MOS, (M)bikin Orang Stres???

MOS (Masa Orientasi Siswa)

Tiga siswa mengenakan berbagai atribut kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa). Meski banyak pro dan kontra, MOS masih menjadi ritual tahunan yang terus dilakukan guna 'menyambut' siswa baru. Gambar hanya ilustrasi.

Siang tadi saya berpapasan dengan beberapa siswa baru yang baru pulang dari sekolah. Saya tahu mereka siswa baru, karena berbagai atribut ritual MOS (Masa Orientasi Siswa) masih melekat di badan. Wajah mereka tampak kusut, jauh dari gambaran ceria anak (baru) sekolah yang semestinya.

Di tempat lain saya juga sempat berpapasan dengan seorang anak perempuan. Sama seperti siswa baru lainnya yang saya temui, ia juga masih mengenakan pernak-pernik kegiatan MOS di sepanjang jalan pulang. Yang menarik, si anak ini ngomel sendiri, padahal tidak ada teman atau orang di sekitarnya. Dari raut mukanya, jelas terlihat oleh saya, rasa kesal, jengkel, dan malu.

Jauh sebelum kejadian ini, saya pikir kegiatan MOS semacam ini (termasuk OSPEK untuk mahasiswa) sudah tidak ada lagi. Namun ternyata dugaan saya salah. MOS sepertinya telah menjadi ritual dunia pendidikan yang terus dilakukan setiap tahun.

Sebagai orang awam, saya kurang paham dan belum bisa mengerti perihal ritual MOS (dan OSPEK) semacam ini. Apa tujuan sebenarnya? Apakah ingin membentuk mental siswa baru agar tidak malu atau minder? Apakah ingin mengenalkan lingkungan sekolah yang baru pada mereka? Supaya mereka (siswa baru) bisa membaur? Atau apa?! Jika memang tujuannya supaya siswa tidak minder dan malu, saya pikir jauh panggang dari api. Yang terjadi justru sebaliknya, siswa merasa malu, minder, bahkan bisa jadi stress, karena terpaksa mengenakan atribut yang aneh-aneh selama kegiatan MOS, bahkan sampai pulang ke rumah. Bukan hanya aneh, tapi juga kekanak-kanakan dan sangat wagu.😦 Kuncir rambut warna-warni, topi kertas ala paman Sam dari Amrik sana, lantas rompi dari kertas bertuliskan namanya, juga badge dengan nama si anak, dan banyak lagi. Sebut saja yang Anda tahu…

Saya yakin, di balik apa yang saya lihat ini, MOS punya misi dan tujuan yang baik bagi siswa. Meski demikian, dalam pelaksanaannya sebaiknya tidak membuat siswa minder, malu, tidak pede, dsb. Alih-alih membangkitkan minat dan semangat siswa, yang ada justru sebaliknya. Jangan sampai siswa baru stres hanya gara-gara MOS.[]

One thought on “MOS, (M)bikin Orang Stres???

  1. iya mas.., sy jg gak habis pikir, msh sj ada ritual2 pendidikan spt ini. pantas saja dunia pendidikan indonesia tidak maju2, malah mundur. bayangkan saja, sudah bayar mahal2, masuk pertama kena ospek/mos, buku mahal. udah gitu lulus kuliah susah cari kerja. aahhh.., kacauuu…

    sy kurang ngerti, apakah pemerintah ngerti soal ini? mereka itu baca koran ato nonton tipi gak sih??? jangan2 asik liburan ke luar negeri, pulang2 capek, jd gak sempat baca koran/lihat tipi. aahhh.., kacau.., kacau…, tobat…, tobaattt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s