Etnosentrisme Vs Xenosentrisme

Ada dua kata dalam pelajaran Sosiologi yang masih saya ingat sampai sekarang, yaitu Etnosentrisme (Ethnocentrism) dan Xenosentrisme (Xenocentrism). Meski sekilas terdengar asing, keduanya sebenarnya akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.

Etnosentrisme adalah sikap atau kecenderungan membanggakan kelompok atau suku sendiri. Sedangkan kebalikannya, xenosentrisme, adalah sikap atau kencenderungan membanggakan kelompok atau suku lain (selain kelompok atau sukunya sendiri).

Menurut hemat saya, kata “suku” dalam pengertian di atas tidak harus dan tidak selamanya bermakna suku secara harfiah, namun bisa juga berkembang lebih luas.

Contoh keduanya paling mudah dan sering ditemukan dalam hubungan sebuah keluarga. Etnosentrisme bisa (dan bahkan sering) muncul dalam bentuk kecenderungan membangga-banggakan klan keluarganya sendiri. Sebaliknya, xenosentrisme cenderung membanggakan klan keluarga lain (ipar).

Selain itu, terlalu bangga dengan almamater pendidikannya menurut saya juga bisa dianggap sebagai etnosentrisme. Sedangkan terlalu bangga dengan sistem pendidikan dan layanan kesehatan di negeri orang bisa dikategorikan sebagai xenosentrisme. Intinya, etnosentrisme (terlalu) bangga pada yang ‘di dalam’, sedangkan xenosentrisme (terlalu) bangga pada yang ‘di luar’.

Ini sekadar pemahaman pribadi. Silakan ditambah atau dikoreksi jika perlu…

5 thoughts on “Etnosentrisme Vs Xenosentrisme

    • @ oldmansaid:

      ha..ha..ha..😀 tidak bermaksud begitu. sy cm mengutip saja. mungkin cuma kebetulan saja mas🙂 goodluck ya…😉

  1. oya…, tergila-gila dengan brand/merek dan/atau produk luar negeri, mungkin jg termasuk dlm kategori xenocentrisme. bagaimana pendapat Anda?

  2. menurut saya lebih menyukai produk yang berasal dari luar negeri termasuk xenosentrisme, karena banyak menganggap karya yang mereka (bangsa lain) hasilkan adalah lebih baik daripada karya yang bangsa kita hasilkan.

    • betul sekali.🙂
      dulu sewaktu di kelas/sekolah, pengertian etnosentrisme dan xenosentrisme berkaitan dengan suku(isme). padahal kalau ditelisik lebih jauh, bentuk2 keduanya jauh lebih luas dan beragam, dan banyak dijumpai dalam lingkungan sehari-hari. salah satunya ya yang seperti mas Eric sebut tadi.

      terima kasih mas Eric sudah berkunjung kemari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s