B dan b

Sudah lama sebenarnya saya ingin nulis soal ini, B dan b, tapi baru sekarang terlaksana. B dan b, menurut hemat saya sangat berbeda. Bedanya bukan semata karena yang satu ditulis dengan huruf besar (kapital), dan yang lain kecil, tapi lebih dari itu. Bisa menimbulkan perbedaan persepsi, bahkan menyulut emosi. Tidak percaya?

Kalau Anda baca brosur (atau iklan) tentang sebuah produk internet (yang konon) broadband, di salah satu paket programnya tertulis kecepatan aksesnya up to 1 Mbps (ingat: Mbps, bukan MBps), atau setara dengan (kurang lebih) 128 KBps (Kilo bytes per second). Mbps dibaca ‘mega bits per second’, sedangkan MBps dibaca ‘mega bytes per second’. Saya tidak akan membahas lebih lanjut soal ini, sebab perbedaan keduanya bisa Anda baca sendiri di blog ini, atau bisa dicari sendiri lewat Google. Atau kalau masih bingung, Anda bisa mengunakan bandwidth calculator ini untuk membantu menghitung konversi nilai keduanya.

Yang menarik, masyarakat awam umumnya menganggap huruf ‘b’ pada Mbps dan MBps adalah sama. Mereka pikir itu cuma kesalahan ketik, atau persoalan teknis semata (mendengar kata-kata “…persoalan teknis semata…” mengingatkan saya pada ‘dagelan’ hilangnya ayat 2 pasal 113 mengenai tembakau dalam Undang-Undang Kesehatan yang ramai dipentaskan diberitakan baru-baru ini😀 ). Masyarakat sudah terlanjur ‘tersihir’ dengan kata ‘mega’ atau setara dengan 1000 kali, apalagi jika dibandingkan dengan kecepatan akses paket yang lain yang hanya berbilang ratusan (misalnya 384 Kbps). Ketika paket dengan kecepatan 1 Mbps itu tadi dipakai sendiri, memang tidak terasa. Tapi ketika, karena suatu hal, dipakai keroyokan alias dibagi (baca: shared) untuk beberapa user di jaringan lokal/LAN, barulah terasa lambatnya.

Saya tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu. Bisa jadi ini memang kekurangtahuan masyarakat, atau sekadar pemakaian istilah/satuan lain yang setara, atau sekadar bahasa marketing, atau…., memang ketidaktahuan masyarakat yang (sengaja) dimanfaatkan oleh provider.😀 Entahlah…

Membandingkan Mbps dan MBps (juga Kbps dan KBps), mirip seperti membandingkan ukuran feet dan meter. Apa jadinya kalau kabel 304,8 meter ditulis 1000 feet (sementara orang umumnya lebih mengenal meter daripada feet)? Sekilas tampak lebih panjang (karena angka 1000 itu), padahal sebenarnya sama alias setara. Jadi, menurut hemat saya, ya tidak perlu ukuran/satuan yang aneh/neko-neko. Pakai saja ukuran yang lazim/umum digunakan. Atau, kalau ingin tetap pakai ukuran feet (seperti contoh/analogi di atas), sebaiknya tetap menyertakan ukuran dalam satuan lain yang setara dan lazim digunakan (misalnya meter).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s