Petani dan Penulis

Saya merasakan ada kemiripan antara petani dan penulis. Petani, seharusnya menjadi orang yang pertama kaya. Alasannya, mereka yang punya padi, mereka yang menanam dan mengurus padi sampai menjadi bulir beras dan nasi yang kita santap setiap hari. Kalau petani mogok kerja, kita tentu kelabakan cuma karena tak ada nasi dkk di meja makan. Tapi kenyataannya, jarang sekali kita lihat petani yang sukses dan kaya raya, kecuali ‘petani berdasi’. Petani identik dengan citra miskin. Tidak semua memang, tapi begitu umumnya. Ironis sekali.

Penulis pun demikian. Idealnya, penulis adalah pihak yang kaya, atau setidaknya cukup mapan dibandingkan sekarang. Alasannya, penulislah yang menulis naskah buku, jadi pabrik naskah yang disetor ke penerbit. Tapi ironisnya, banyak penulis yang hidup pas-pasan. Royalti ‘cuma’ 10%, itupun kalau tidak disunat lagi jika setor naskah lewat makelar naskah.

Seandainya penulis mogok nulis atau berhenti setor naskah ke penerbit, dan berbondong-bondong menerbitkan buku sendiri, penerbit tentu akan mati konyol. Kurus kering (meminjam istilah guyonan dalam tulisan ini). Ini logika sederhana. Tapi kenyataannya kan tidak semudah dan seekstrim itu. Juga tidak selalu sejalan dengan logika.πŸ˜€ Penulis tetap penulis, yang (seperti biasanya) tetap berurusan dengan penerbit.

Penulis kaya sih memang ada, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tidak semua penulis bisa beruntung seperti Dewi Lestari, atau penulis terkenal lainnya. Ironisnya, citra penulis di mata masyarakat terlanjur dipandang sebagai profesi dan orang kaya. Duh…

5 thoughts on “Petani dan Penulis

  1. sama seperti petani, mungkin penulis indonesia kurang kreatif. Hanya pasrah dengan sistem yang ada, kurang berani inovasi. Misalnya petani hanya pasrah dengan sistem tadah hujan, jarang yg berani inovasi dengan membuat pengairan dengan teknologi tepat guna. Baru kalau satu petani berhasil, petani lainnya meniru. Ini juga sama dengan penulis.
    Namun petani justru lebih baik dari penulis. PEtani indonesia itu sabar-sabar. Panen gagal, mau gak mau tetap tanam lagi. Beda sama *beberapa oknum* penulis yang kalau sudah dikecewakan oleh penerbit atau pihak lain di rantai produksi penerbitan akan mogok, gak mood dan tidak mau menulis lagi. ehehehe

    • @ Ali Zaki:

      ha..ha..ha.., akhirnya curhat ‘petani ndeso’ ini dibaca juga oleh seorang penulisπŸ™‚. Terima kasih atas dukungannya untuk terus maju. Tapi ada sedikit revisi pada kalimat “…beda sama beberapa oknum penulis yang kala sudah dikecewakan oleh penerbit atau pihak lain di rantai produksi penerbitan akan mogok…”. Bukan mogok, tapi lebih tepatnya ‘rehat sejenak’ mendinginkan isi kepala yang kepanasan karena ‘mencangkul’ seharian, menyusun strategi/rencana baru, tentu saja sambil tetap menulis.

      Kondisi petani-penulis, menurut pandangan saya, memang mirip. Maka itu menginspirasi saya untuk menuliskannya dalam blog ini, tentu saja dengan gaya ringan dan santai. Jadi, membacanya pun cukup dengan santai dan ringan, sambil menyeruput teh sembari tertawa-tersenyum; tidak perlu dengan dahi berlipat-kerut. Anggap saja ini tulisan seorang ‘petani’ yang baru belajar menulis. Jadi, wajar saja jika masih banyak kesalahan. Bukankah ‘petani’ juga manusia???πŸ™‚

  2. ahh.., kok pada ribut2 sih. kita ni sama aja tau??? saya aja pedagang kelinci yang dipalak preman gak pernah ribut, nrimo saja, kok sampean2 ini pada ribut?? ahh.., memalukan. ter-la-lu…!!!πŸ˜€

  3. sori, baru balik soko lungo.
    Sebenarnya sudah lama baca ini, wong blog mu tak subscribe, cuma gek pengen komen hari ini.
    Nah itu dia bos, intinya kita harus selalu bersikap pantang mundur seperti petani.
    Tapi kalau sudah bertani sekian lama tak juga sukses, tak ada salahnya beralih profesi.
    Seperti halnya kebanyakan petani kita, jika tidak terlalu dapat “banyak uang” dari bertani, akan menjadi kuli atau buruh pabrik

    Salam dari sesama petani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s