Sekelumit Catatan dari Pameran Buku

Saya bukan artis, bukan seleb(ritis), atau kutu buku, yang sering datang ke pameran buku. Tapi, dari beberapa yang pernah saya kunjungi, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, pameran buku merupakan ajang penting bagi generasi muda, terutama usia sekolah, untuk mengenal dan lebih mencintai buku. Suasana yang informal, menghibur, dan meriah, tentu terasa lebih menyenangkan, bila dibandingkan dengan acara kunjungan ke perpustakaan misalnya.

Kedua, peserta pameran yang itu-itu saja terasa membosankan. Mungkin bisa ditambah peserta lain, baik dari penerbit, distributor, dan pihak lain yang berkaitan dengan dunia perbukuan, sehingga lebih meriah. Syukur bisa merangkul penerbit-penerbit ternama.

Ketiga, buku-buku yang diobral kebanyakan buku jadoel (lawas) dan terkesan tidak laku. Dan memang, pameran buku, menurut pandangan saya, lebih terkesan sebagai usaha menjual buku-buku yang kurang/tidak laku di pasaran. Jadi, buku-buku yang dijual (terutama dengan harga obral) tentu buku-buku seadanya.

Saya datang ke pameran, salah satunya dengan harapan bisa menemukan buku-buku tentang penulisan. Tapi saya kurang beruntung. Buku yang saya cari tidak ada. Buku ini juga sudah susah dicari di toko-toko buku, bahkan yang paling terkenal sekalipun.

Oya, menurut hemat saya, pameran buku sebenarnya juga bisa dimanfaatkan oleh penerbit untuk menjaring naskah-naskah buku baru. Calon penulis dan penerbit akan lebih leluasa berdiskusi perihal naskah dan soal lain terkait dengan dunia penerbitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s