Tip Meningkatkan Semangat Menulis

Menulis sebenarnya bukan sesuatu yang susah. Saya yakin Anda semua bisa menulis, setidaknya menulis surat ijin waktu bolos kuliah, atau surat rayuan pulau kelapa gombal sewaktu pacaran dulu🙂 , atau menulis surat buat yang hobi korespondensi. Itu semua adalah menulis.

Meski demikian, menulis adakalanya menjadi sulit dilakukan. Meski tangan sudah menggenggam pulpen atau di atas keyboard, masih saja susah untuk mengeluarkan kalimat pembuka. Kalau sudah begini, menulis rasanya sudah tidak asyik lagi. Jadi bagaimana? Haruskah berhenti menulis?

Berikut ini sedikit tip untuk meningkatkan semangat menulis:

  1. Tetapkan tujuan dan motivasi menulis. Motivasi dan tujuan tentu sangat beragam. Jadi pikirkan apa tujuan dan motivasi Anda menulis. Pikirkan, dan simpan baik-baik. Jika semangat menulis mulai melemah, pikirkan kembali tujuan dan motivasi ini.
  2. Cari tempat yang nyaman. Definisi nyaman tentu sangat beragam. Ada orang yang nyaman menulis di keramaian. Sebaliknya, ada yang lebih nyaman menulis dalam keadaan sepi dan tenang. Kalau Anda senang musik, lakukan saja. Putar lagu-lagu favorit Anda. Kalau tidak suka musik, ya matikan saja.
  3. Tulis yang Anda suka. Kalau tidak suka, ya tidak usah ditulis. Kita tidak semangat menulis bisa jadi karena memang tidak suka dengan apa yang kita tulis.
  4. Tulis tema yang Anda kuasai. Ini juga sama. Kalau tidak bisa/paham, tentu tidak bisa menulis.
  5. Menulislah kapan saja. Tidak usah terlalu dijadwal, nanti malah jadi rutinitas. Dan bagi saya, rutinitas itu sangat menjemukan. Bosan, jenuh, jemu, itu semua penyakit yang gawat buat seorang penulis. Kalau Anda ingin menulis nanti, maka tulislah nanti. Kalau ingin menulis sekarang, mulailah menulis. Kalau ingin menulis besok pagi, ya mulai saja besok pagi. Gitu aja kok repot ha..ha..ha..🙂
  6. Kalau terlanjur kena penyakit bosan alias jenuh, berhentilah menulis. Coba jalan-jalan, rekreasi, liburan. Betul-betul rekreasi. Jangan pikirkan soal menulis.
  7. Menulislah seperti saat Anda ngobrol. Bayangkan Anda sedang bicara dengan teman, sehingga kata-kata akan mengalir apa adanya.
  8. Bawa selalu kertas secukupnya, minimal satu lembar. Jangan lupa pulpen juga. Kertas dilipat dua menjadi ukuran A5, kemudian dilipat jadi dua lagi, sehingga menjadi empat bagian dan muat di saku baju atau celana. Kalau mendadak terlintas ide tulisan baru, Anda bisa segera mencatatnya, seperti seorang wartawan yang mencatat berita. Tidak usah semua, cukup seperlunya saja. Poin-poin yang penting saja.
  9. Ini poin yang paling penting: pilih media yang Anda suka dan bisa membangkitkan minat dan semangat menulis. Media yang saya maksud bisa berupa buku diari/catatan harian, blog, email, handphone, blackberry, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Sebut saja yang Anda suka. Kalau Anda suka menulis catatan harian, ya tulis saja. Lakukan saja. Kalau suka Facebook atau Twitter, tulis saja di sana. Kalau suka SMSan, ya tulis saja lewat SMS, kemudian disimpan. Kalau suka ngeblog, ya monggo ditulis dan ditulis di blog. Kalau suka kirim email, tidak perlu banyak mikir. Langsung saja menulis email. Ngeblog lewat email? Oke juga. Lakukan saja. Apapun medianya, yang penting Anda terus semangat menulis. Menulis, menulis.., dan terus menulis. Jangan paksakan menulis di buku diary kalau Anda tidak suka. Demikian juga, jangan ikut-ikutan demam Facebook kalau Anda sendiri tidak suka. Jadi lakukan saja yang Anda suka.

Masih ada yang lain? Silakan ditambahkan…

7 thoughts on “Tip Meningkatkan Semangat Menulis

  1. Pingback: Demam FB « catatan harian penulis lepas

  2. menulis adlh ungkapan apa yg ada di hati anda, apapun itu baik positif ataupun negatif, menulis spt melukis,,nikmati aja ekspresi kehidupan yg anda lalui hari ini, smw hal adlh inspirasi, inspirasi kdg mnimbulkn motivasi hdp, kdg bhkn mmprjelas liku hidup anda sbnrny serta utk tuj. apa anda hdp. kdg kita lelah dgn hal yg menimpa kita baik susah ataupun senang, apapun itu syukuri, nikmati, dan sebarkn nikmat itu, minimal kpd dr sndiri. menulis adalah mmprjelas alur hidup, daur nasib, dan siklus hakikat diri, ga usah trlalu pusing dg sistematika ataupun bahasa yg sulit, ungkapkan ekspresi anda ketika anda menerima ayat-ayatNya. insya allah, anda puas dgn apa yg anda dpt hr ini. menulis adlh proses mengolah dan mencerna nutrisi akal dan hati, mendalami dan menghayati realitas, mnyederhanakan fleksibilitas berbagai mslh dan menyegarkan ruhani. allah a’lam. bwt tmn2 yg sdh mulai mnulis trs menulis, krn menulis banyak mnfaatny, baik ritual ataupun pengabdian sosial.

    • @dikaziz bljr mnulis:

      menulis adlh ungkapan apa yg ada di hati anda, apapun itu baik positif ataupun negatif, menulis spt melukis

      betul sekali. menulis hakekatnya adalah ‘bicara’ lewat tulisan. kalau melukis, ‘bicara’ lewat gambar/lukisan.

      oya, satu hal lagi. menulislah selagi engkau mau. kalau tidak mau, jangan dipaksa. kalau dipaksa, jadinya rutinitas. dan rutinitas itu dekat dengan citra bosan serta jemu. kalau sudah demikian, menulis bukan lagi sesuatu yang menyenangkan dan bisa dinikmati.

      terima kasih dikazis, sudah mampir dan kasih pendapat d sini…

  3. Pingback: Tip Meningkatkan Semangat Menulis (2) « Eko @ Satui

  4. Pingback: Semangat menulis – ekobmi

  5. Pingback: Tip menulis – ekobmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s