Kenapa Kita Berbuat Salah?

Ya, kenapa kita berbuat salah? Salah, dosa, keliru, menyimpang, entah sengaja atau tidak. Apakah karena kita manusia tempat salah dan dosa? Apakah karena kita makhluk yang lemah sehingga bisa dimaklumi bila berbuat dosa? Apakah memang demikian takdirnya?

Saya yakin, manusia punya naluri untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Namun adakalanya manusia juga berbuat kesalahan, entah sengaja atau tidak. Jadi tidak ada satupun manusia yang tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan. Jadi, kenapa kita berbuat demikian?

Jawabannya sangat beragam, tergantung siapa Anda. Menurut pandangan saya, kesalahan, kekeliruan, dosa yang dilakukan manusia tanpa sengaja, adalah sebagai bentuk penyeimbangan. Jika manusia tidak (pernah) berbuat kesalahan, maka sadar atau tidak, hal ini justru bisa membuat ia menyombongkan diri, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ia akan merasa paling benar, paling bersih, paling suci, paling lurus, tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan sedikitpun.

Saya tidak bermaksud menganjurkan berbuat dosa atau kesalahan. Namun kalau kita terlanjur berbuat demikian, janganlah terlalu larut dalam kesedihan dan penyesalan, atau sebaliknya pura-pura tidak tahu. Cepatlah sadar dan bertobat, untuk kemudian berusaha tidak lagi mengulangi. Dosa dan kesalahan tersebut tentu akan membekas dan terus mengingatkan dirinya bahwa ia bukan siapa-siapa. Kita menyadari pernah berbuat salah dan dosa. Dus, kita tidak akan berani menyombongkan diri dan merasa paling benar, paling bersih, paling suci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s