Mengenang Stenografi

ilustrasi stenograf

ilustrasi stenograf

Menyambung tulisan saya sebelumnya. Selain mengetik, pelajaran lain yang sering kali dianggap remeh adalah stenografi. Pelajaran mengetik dan stenografi memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama mengajarkan teknik ‘menulis’ cepat. Bedanya, mengetik menggunakan tuts/keyobard/mesin tik, sedangkan stenografi melalui tulisan tangan.

Kemiripan yang lain: kedua ketrampilan ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang tinggi. Jika tidak sabar dan tekun, susah sekali untuk menjadi mahir, apalagi sekadar bisa…

Lantas, apa saja manfaat stenografi? Apakah ketrampilan tersebut masih relevan dan dibutuhkan di ‘jaman Blackberry’ seperti sekarang ini?

Manfaat stenografi banyak sekali. Misalnya, ketrampilan ini bisa dipakai oleh wartawan saat mencatat berita atau mewawancarai narasumber. Dengan ketrampilan menulis cepat, ia bisa memperoleh bahan berita dengan lebih cepat. Memang sih, ada voice recorder, tape recorder, handphone, bahkan Blackberry yang bisa digunakan secara praktis dan mudah. Tapi menurut hemat saya, ketrampilan stenografi tetap unik, bermanfaat, dan menarik untuk dipelajari.

Bayangkan saja, seandainya suatu saat aneka macam gadget yang selama ini digendong menguntit kita ke mana-mana, tiba-tiba hilang, lupa dibawa, atau dilarang dibawa/digunakan karena alasan tertentu. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Bagaimana mencatat berita? Menulis, tentu saja. Tapi menulis saja tidak cukup. Perlu menulis dengan cepat. Dan soal ini, tidak semua orang bisa, kecuali mereka yang benar-benar mahir stenografi.

Selain wartawan, stenografi juga bermanfaat untuk sekretaris, mahasiswa, dan profesi lain yang membutuhkan ketrampilan menulis dengan cepat. Sekretaris bisa mencatat agenda rapat dengan cepat. Mahasiswa bisa mencatat ceramah atau bahan kuliah yang disampaikan dosennya dengan mudah dan cepat, tanpa khawatir tertinggal satu kata pun. Singkat kata, semua bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Uniknya, isi stenograf (tulisan stenografi) 99.9% akan sama persis dengan kalimat yang diucapkan oleh dosen/nara sumber. Uniknya lagi, hanya orang-orang yang mengerti stenografi yang bisa membaca dan memahami catatan dalam bentuk stenograf tersebut. Hmm, keren kan?๐Ÿ™‚

48 thoughts on “Mengenang Stenografi

    • klo kamus stenografi, saya blm pernah dngar/ketemu.
      tp klo buku panduan dasar utk stenografi (mirip buku latihan dasar pengetikan) ada. itu buku teks/buku pelajaran khusus jurusan Politeknik, jurusan Administrasi Niaga. Di luar Politek sy kurang tahu, apakah ada semacam kursus steno gitu…

      UPDATE: buku praktis tentang penulisan stenografi sekarang sudah jarang. salah satu buku yang pernah saya temui dan gunakan adalah buku karangan Karundeng (saya lupa judulnya).

  1. Saya ingin sekali belajar stenografi. Pengalaman saya menggunakan voice recorder untuk kuliah adalah: terlalu lama untuk menyimak kembali. Sama dengan mengulang kembali kuliah (umumnya 2 jam). Juga para pengacara di pengadilan di amerika lebih suka membaca transkrip resmi persidangan yg ditulis oleh penulis steno. Alasannya sama: lebih cepat ketimbang mendengarkan rekaman (audio maupun video). Sayang yah, ilmu yang bermanfaat seperti ini kok ngga diajarkan.
    Saya beruntung di SMA diajari mengetik. Sekarang saya bisa merasakan manfaatnya ketika mengetik dg komputer.

    • Saya ingin sekali belajar stenografi

      bagus sekali. saya dukung mas. biasanya kaum wanita yang lebih berminat soal ini (dan lebih telaten/rajin). sementara yang lelaki jarang.

      Oiya, ada dua jenis Stenografi, yaitu Stenografi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Biasanya dimulai dari bahasa Indonesia dulu, baru bahasa Inggris. Kalau mas Gunawan memang berminat dan kebetulan berdomisili di Semarang dsk, silakan kontak saya via email. Atau, kalau mau belajar sendiri juga bisa. Ada buku panduan khusus belajar Stenografi karangan Karundeng. Mungkin bisa dicari di toko buku. Kalau berminat, silakan kontak via email.

      Pengalaman saya menggunakan voice recorder untuk kuliah adalah: terlalu lama untuk menyimak kembali

      betul sekali. kalau berupa rekaman suara, mesti didengar ulang dari awal. agak susah kalau dipilih secara acak. Sedangkan (membaca) stenograf, ibarat kita membaca tulisan biasa, bisa langsung menuju bagian tertentu yang dimaksud.

      Sayang yah, ilmu yang bermanfaat seperti ini kok ngga diajarkan.

      Setahu saya, (dulu) di Politeknik, terutama jurusan Administrasi Niaga, ada pelajaran ini (termasuk juga mengetik dan bahasa Jepang). Kalau di SMA/SMK, saya kurang tahu.

      Saya beruntung di SMA diajari mengetik. Sekarang saya bisa merasakan manfaatnya ketika mengetik dg komputer.

      Bukan sekadar mengetik, tapi mengetik dengan cepat. Sip mas. Ayo lanjutkan! pertahankan!๐Ÿ™‚

      Oiya, selain Stenografi dan mengetik cepat, dulu juga sempat mencicipi bahasa Jepang (termasuk tulisan Kanji). Sayang sekali saya kurang telaten, jadi sekarang hilang tidak berbekas. Padahal kalau kursus mungkin mahal ya. Lha itu gratis (karena memang mata kuliah wajib) malah disia-siakan…๐Ÿ™‚

      Terima kasih mas Gunawan sudah berbagi pengalaman di sini…

      • Iya, mengetik cepat 10 jari. Saya belum pernah ngukur sih seberapa cepat. Tapi ngetik tanpa melihat tuts keyboard saya bisa.

        Terima kasih tawarannya. Untuk saat ini saya belum siap mendedikasikan waktu khusus untuk belajar steno. Mungkin saya akan cari buku Karundeng dulu, jadi belajarnya sesempatnya.

    • seingat saya ada buku soal Stenografi, karangan Karundeng. silakan cek ke toko buku, pasar buku seken, atau teman yang kuliah di Politeknik Negeri, jurusan Administrasi Niaga.

  2. Selamat sore Mas Eko..

    Saya Rio di Yogyakarta, berminat sekali buat blajar stenografii..
    minta tlng diajarin ya mas via private email…
    sembari saya juga usaha wat cri kamus n buku2 penunjang nya di sni…
    maap ngerepotin sebelumnya…
    trims atas bantuannya…

    Salam๐Ÿ˜€

    • @ Sisil, @ Rio:
      jangan kursus ke saya, dijamin gak bakal bisa, hehehehe.๐Ÿ™‚ Saya bukan ahli steno, meski dulu sempat belajar sedikit2. Itulah sebab, judul tulisan ini “mengenang Stenografi”…๐Ÿ˜€

      maaf ya mas Rio๐Ÿ™‚ . Semoga tidak menyurutkan minat belajar Steno. Saya yakin mas Rio nanti bisa menemukan guru yang tepat…

  3. wah, ada yg bahas steno rame disini ya..?

    kebetulan nih.. saya cari2 komunitas pecinta stenografi..
    saya ngajar bahasa inggris dan jg stenografi di smk, kali ini saya pengin nyari format menulis steno lewat komputer.. eh malah ketemu bahasan ini..
    surprise, tnyata banyak yg penasaran sama steno ya..
    emang sekarang, steno dah jd ilmu yg langka.

    sbenernya saya dulu ga diajari steno waktu sma, cuma ayah saya seorang guru mengetik sekaligus jg steno, beliau dulu kuliahnya juga di administrasi niaga dan memang belajar steno. Dari sma dulu saya penasaran jg pengin bisa, dan nyoba tnyata bisa dan gampang kok, malah pas dah selesai kuliah dan jadi guru b.inggris di smk jg diminta ngajar steno, kebetulan susah nyari guru yg bisa steno… Alhamdulillah banget jadinya.. ilmu otodidak yg bermanfaat.

    Btw, steno itu sbetulnya mirip dengan belajar tulisan simbol, yg ditulis adalah ‘pengucapannya’ terutama untuk steno b.ing, kita ga nulis per huruf tp sesuai fonem atau ucapannya saja. Ditambah lagi, steno ditulis lbih cepat dengan adanya steno singkatan seperti penulisan sms anak muda jaman sekarang.
    Sedikit ralat, stenografi itu belajar tulisan (menulis dan membaca) bukan suatu bahasa, jd tidak ada kamus resminya.. yg ada yaitu buku panduan menulis stenografi… banyak kok dijual di toko2 atau penerbit buku terkenal (LKS; Lembar Kerja Siswa anak2 smk )

    thank you๐Ÿ™‚

    • tnyata banyak yg penasaran sama steno ya..

      belum bisa, jadi penasaran…๐Ÿ™‚ atau.., dulu ndak bisa, skrg lupa.., hehehe…๐Ÿ˜€

      beliau dulu kuliahnya juga di administrasi niaga dan memang belajar steno

      di mana bu?

      steno ditulis lbih cepat dengan adanya steno singkatan seperti penulisan sms anak muda jaman sekarang.

      betul sekali. slut skli, jd srs bljr stno lg๐Ÿ™‚

      Sedikit ralat, stenografi itu belajar tulisan (menulis dan membaca) bukan suatu bahasa, jd tidak ada kamus resminya.. yg ada yaitu buku panduan menulis stenografi… banyak kok dijual di toko2…

      terima kasih. betul sekali, bukan bahasa tapi panduan menulis. saya terbawa arus komen, jdnya salah kaprah, hehehe…

      btw. bu indah mau ngajar steno di sini? murid2 sudah menunggu lho.., hehehe…๐Ÿ˜‰

  4. mau sih..
    tp gimana caranya klo lewat komputer?
    makanya, saya cari2 cara…kalo2 ada fasilitas format tulisan steno… kek tulisan arab or mandarin gitu lho…

    Ayah saya, lulusan Ikip Negeri Surakarta jurusan AN tahun lama banget…. dia kelahiran 1940 .. sekarang dah 70 th.๐Ÿ™‚

  5. Salam kenal mas eko..๐Ÿ™‚

    Pas banget aku lagi iseng cari tau soal Steno.
    ternyata banyak banget yang penasaran. pertama kali aku tau Steno dari tmn aku, dari sana mulai penasaran. Tapi, buat nyari buku panduannya sampai sekarang belum ketemu.. Sebenarnya steno itu uda ada dari kapan??

    Mbak indah,aku mau tanya. Sebenarnya fungsi steno sendiri buat kita itu apa selain yang udah diceritain sama mas eko?

    Maap banyak nanya.. abis pengen tau bgt.. hehe.
    Thx..๐Ÿ˜‰

    • Hi Stef, salam kenal juga…๐Ÿ™‚

      Sebenarnya steno itu uda ada dari kapan??

      yang jelas, jauuuuh sebelum masa kita lahir hehehe. menurut mas ini, konon Stenografi sudah ada sejak jaman Yunani kuno. soal ini bisa dicari di Google dengan keyword sejarah stenografi.

      Mbak indah,aku mau tanya…

      Itu lho bu Guru, ada yang tanya. mas Stef, bu Indah ini guru Bhs Inggris + Steno, jd silakan serahkan tanya pada ahlinya๐Ÿ™‚

      PS: Stef sekolah/kuliah di mana, kok dpt pelajaran Steno?

  6. Ok deh.. coba aku cari sejarahnya..
    di kampus sih gak ada pelajarannya mas, aku kuliah di Trisakti. jurusan perhotelan. Haha.๐Ÿ˜€ Gak nyambung ya sama steno??

    aku dari dulu emang udah demen cari tau soal ilmu yang jarang dipelajari orang gt. tadinya baru belajar grafologi aja. belum mahir, masih dalam tahap pemula. trs pas tau ada steno jd pgn tau juga. Seru aja bisa tau banyak ilmu.๐Ÿ™‚

    mohon bantuan nya ya kalau nantinya bakal banyak yang aku tanya kalau uda ketemu buku steno nya..

    • aku kuliah di Trisakti. jurusan perhotelan

      great!๐Ÿ™‚

      aku dari dulu emang udah demen cari tau soal ilmu yang jarang dipelajari orang gt. tadinya baru belajar grafologi aja.

      fabulous!๐Ÿ™‚ saya salut dan bangga dengan anak muda yg semangat belajarnya tinggi. jgn lupa share/bagi ilmu spt terus bertambah maju๐Ÿ˜‰

      belum mahir, masih dalam tahap pemula

      don’t worry, pal! from zero to hero๐Ÿ˜‰

      mohon bantuan nya ya kalau nantinya bakal banyak yang aku tanya kalau uda ketemu buku steno nya..

      jgn ke saya, tp ke bu Indah. sy ndak tahu apa2๐Ÿ™‚ lbh bagus lg kalau mau ikut kursus steno.

  7. Hallo Mas
    Salam kenal saya Riyanto dari Palangka Raya – Kalimantan Tengah, iseng-iseng jelajah internet malah jumpa blog ini, jadi surprise sekaligus mengenangkan saya pada masa-masa kuliah dulu. Saya kuliah di Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta lulus tahun 2008, pelajaran stenografi didapat di 2 semester yaitu semester 2 dan 3, tapi itu hanya stenografi bahasa Indonesia saja, belum sempat yang stenografi. Dosen stenografi di sana sangat tegas, alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa menulis dalam stenografi, kalau melihat siaran berita sering iseng-iseng menulis dalam bahasa steno apa yang dibicarakan dalam berita tersebut, jadi tidak lupa sampai sekarang.
    Salam Stenografi

    • Salam kenal juga mas Riyanto, senang sekali ada blogger Palangkaraya mampir ke sini๐Ÿ™‚

      btw. alhamdulillah surprise dan senang sekali mas Riyanto lancar dan lihai menulis Steno. memang harus sering dilatih, sebab jika tidak, eman2 sekali kalau sampai lupa dan hilang. sm spt menulis, mengetik, dsb.

      jaman sekarang, Stenografi sptnya sdh langka. ijasah dan gelar mgkn bisa dibeli, tapi ketrampilan nulis steno tidak bisa instan, tdk bisa didapat begitu sj dlm waktu singkat, butuh latihan dan latihan. dan, ketrampilan2 semacam ini—menurut hemat saya—bisa jadi nilai tambah bagi para lulusan pt/pelamar kerja. kalaupun tidak bekerja secara formal, ketrampilan ini msh bisa ditularkan dalam bentuk kursus misalnya…

      selamat mas Riyanto, semoga semakin lancar nulis steno๐Ÿ™‚

  8. heheheโ€ฆ, jadi malu saya. ternyata ada bu Guru Steno di sini. maaf ya buโ€ฆ๐Ÿ™‚
    tp jujur saja, saya senang Ibu bisa berbagi cerita di sini.

  9. Siang Mas Eko..

    Saya Fajri di Pewete, Ingin banget belajar steno, dah lama pengin tp belum ada guru atau buku buku penunjang.
    mohon petunjuk. terima kasih

    Salam

  10. kalo sobat” pngen belajar stenografi bsa hubungi saya di via email or no hp uga boleh. kbetulan saya dulu wktu SMK blajar stenografi n sekarang uga saya mnjadi tenaga pengajar di slah satu SMK suasta di palabuhanratu. plajaran yg saya ajarkan yaitu Stenografi sistem Karundeng bahasa indonesia dan uga inggris. terima kasih.

  11. kalo dalam steno ada gak ya standar kecepatan untuk menulis/membacanya.?? kan kalo di mengetik ada tu yang namanya standar kecepatannya.. gimana dengan steno.?? ada yang tau??

  12. Saya senang dengan steno ketika belajar waktu di SMEA klas 2 th 1979, Alhamdulillah hingga saat ini saya gunakan dan menjadi hal yang aneh bagi kawan2 ketika melihat buku agenda saya. Isinya melulu tulisan steno dan yg jelas sangat bermanfaat bagi saya, bahkan bila org lupa nama saya pasti akan nanya samaorang SIAPA TUH YANG BIASA NULIS PAKE STENO ?

    • @yuyus jamalus:
      sekarang msh nulis steno pak? wah salut pak, sudah belajar steno sedjak 1979. tentoe soedah lantjar dan tjepat sekali.๐Ÿ™‚ kalau diadu dengan tukang ketik 10 jari dg speed 60 wpm, kira2 menang mana ya, hehehe…๐Ÿ˜€

      buka kursus steno sj pak. tentu banyak yg butuh. di blog ini sj, ada yg minta buat kursus steno. steno skrg sdh jadi barang ilmu langka. jarang yang tahu, apalagi bisa.๐Ÿ™‚

      salam kenal pak yuyus.

    • @juniar: belum tahu mas, belum pernah lihat. belum kebayang juga bagaimana teknisnya (andai memang ada software semacam itu). steno itu ketrampilan tangan, sementara software, komputer itu identik dengan ketrampilan jari (mengetik, dsb). apakah nanti ditulis pakai stylus (pena) di layar atau bagaimana? ataukah diketik (seperti mengetik biasa) lalu software mengubahnya menjadi stenograph?

      Kalau benar yang pertama, saya pernah baca ini: Handwritten Shorthand and Its Future Potential for Fast Mobile Text Entry. Mungkin jadinya seperti fitur ‘hand writing recognition’.

      Sementara kalau yang kedua, sudah ada alatnya. Semacam mesin ketik kecil, namanya Wave Writer. Cek juga StenoWorks.com. Lihat videonya di sini:

      cek juga di youtube: โ€œstenograph waveโ€ dan “stenograph elan mira” (tanpa quote). tapi rasanya aneh (menurut saya)๐Ÿ™‚





      oiya, ini blog lama. saya sekarang pindah ke sini. simak ceritanya di sini.

      Demikian. Terima kasih sudi mampir™.๐Ÿ™‚

  13. Ok,thanks ya pak..nenurut jg sy begitu,krn stenografi itu adalah tulisan tangan. Tp,sy dtuntut oleh yayasan sy utk mengajarkn stenografi melalui infokus. Gmn solusiny ya pak?

    • @Juniar:

      Menurut hemat saya, untuk mengajar steno di kelas jangan pakai slide dan OHP, kurang menarik. Butuh cara baru supaya murid tidak bosan.

      Caranya, buat siaran langsung/live. Bisa meniru video-video tutorial di Youtube, misalnya tentang cara menggambar manga. Bisa cek video Mark Crilley. Alat yang dibutuhkan, tentu saja kamera video (bisa juga pakai kamera DSLR, masuk ke menu video recording), tripod, dan projector (bukan OHP, tapi InFocus).

      Teknisnya begini:

      Guru menulis steno di meja. Kamera dipasang di tripod, fokus dan zoom ke kertas dan tangan guru. Kamera dihubungkan dengan projektor. Projektor menampilkan tayangan video di layar/dinding. Kalau bisa, pembelajaran tsb tidak hanya ditampilkan langsung di layar, tapi juga direkam. Hasil rekaman bisa disimpan sebagai arsip, digunakan untuk pembelajaran di kelas lain/sesi lain/tahun berikutnya, dibuat kompilasi video tutorial, atau diunggah ke Youtube/Vimeo supaya bisa dinikmati secara luas.

      Contoh:

      Contoh lain (ini saya comot dari contoh menggambar manga):


      Kalau steno seperti ini (cuma ini kurang bagus, goyang, tidak pakai tripod):


      Setup kameranya kira-kira seperti ini:



      Cek juga ini:



      OPSI LAIN:

      Pakai drawing tablet (misal: Wacom Bamboo). Settingnya:
      Wacom tablet ► Laptop/komputer ► Projektor/InFocus. Tidak perlu pakai kamera video lagi. Video tetap bisa direkam di laptop/komputer. Cuma kelemahannya (menurut saya) kurang interaktif, karena tidak bisa lihat tangan guru๐Ÿ™‚

      Demikian. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat…๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s