Kutipan

Tidak terasa ternyata sudah lama saya tidak menulis di sini. Saya sibuk jadi “pengacara”🙂 .

Sore ini saya menemukan topik obrolan menarik. Soal kutipan. Sedikit banyak, apa yang kita tulis di dalam blog tentu mengambil/terinspirasi dari tulisan orang lain. Meski tulisan yang kita buat tidaklah sama persis, namun tidak ada salahnya mencantumkan referensi/sumber inspirasi tulisan tersebut. Fungsinya, pertama, untuk memperkaya tulisan kita. Dengan mencantumkan referensi/sumber tulisan, pembaca bisa mendapatkan informasi dari sudut padang lain (dari tulisan yang ditulis oleh orang lain) selain tulisan kita. Apalagi jika ternyata tulisan kita bersumber dari referensi asing. Menyertakan sumber rujukan akan memberi kesempatan kepada pembaca untuk memahami tulisan aslinya. Hasil terjemahan/pemahaman seseorang terhadap suatu sumber tulisan (apalagi berbahasa asing) tentu akan sangat berbeda dengan pemahaman penulis lain.

Kedua, daftar rujukan tersebut juga berfungsi sebagai alat koreksi. Maksud saya, kalau ternyata apa yang kita tulis itu salah/keliru, kita bisa melacak dari mana kita mengutip isi tulisan tersebut. Jadi kalau suatu saat kita dikomplain oleh pembaca, kita tidak jadi kambing hitam🙂 atas tulisan tersebut. Tentu yang dimaksud bukan sebagai usaha menyalahkan orang lain, melainkan check dan recheck.

Saya tiba-tiba saja tergelitik untuk menulis soal ini karena hal sepele. Ini sekaligus untuk mengingatkan diri saya pribadi. Beberapa waktu lalu saya sering mendapat komentar dari pembaca bahwa tulisan yang saya tulis di blog ini tidak tepat/keliru ketika dicoba. Ironisnya, saya sendiri terkadang tidak mencantumkan dari mana asal/sumber referensi tulisan tersebut.

Saya tidak bermaksud menipu atau membodohi pembaca. Sering kali apa yang saya tulis di sini berawal dari kesulitan pribadi. Kemudian saya cari solusinya di internet, saya coba, kemudian saya tulis ulang di sini, tentu saja tetap menggunakan bahasa tulisan saya pribadi. Mungkin saya lupa/terburu-buru sehingga tidak mencantumkan link referensinya.

Ini juga sekaligus meningatkan kepada saya, bahwa menulis bukan sekadar menulis. Menulis adalah menyampaikan kebenaran. Ketika apa yang kita tulis tidak benar, maka tulisan akan kehilangan makna.

4 thoughts on “Kutipan

  1. Ketika mengutip memang sebaiknya menyertakan sumber kutipan. kalau mengutip dari sumber di internet memang harus lebih hati2 karena sumber referensi tsb juga belum tentu benar, karena siapa saja bisa menulis di internet😀

    • @ ridwan:

      karena siapa saja bisa menulis di internet

      Iya betul. Itu artinya ada banyak pendapat, pandangan, pemahaman, dan pengalaman. Ada yang benar, ada yang kurang benar. Ada yang tepat, ada yang tidak. Prinsip check dan recheck sepertinya harus tetap dijunjung tinggi-tinggi…🙂 . Terima kasih atas responnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s