Mengapa Linux (Dianggap) Susah?

Ya, kenapa Linux sering dianggap susah alias sulit? Ini pertanyaan menarik, sekaligus susah dijawab. Sebab masing-masing orang tentu punya pengalaman dan alasan tersendiri.

Saya sebut menarik sebab, pertama, tampilan Linux sekarang sudah berbasis grafis (GUI), mirip seperti OS lainnya yang lebih dulu populer; tidak selalu identik dengan tampilan konsol berwarna hitam. Semua bisa dikendalikan dengan klik dan klik, tidak selalu harus melalui perintah manual/command line.

Kedua, software yang tersedia di Linux cukup beragam. Hampir semuanya gratis dan bisa digunakan sesuai bidang/keperluan masing-masing.

Ketiga, Linux juga relatif lebih aman dari virus. Saya tidak berani bilang Linux paling aman dan tidak bakal terserang virus, nanti bisa-bisa saya kewelehπŸ™‚ .

Keempat, distro/varian Linux sangat banyak. Masing-masing memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Kita bebas memilih distro sesuai selera pribadi. Terakhir, ada banyak buku soal Linux yang bisa dijadikan referensi.

Meski memiliki banyak kelebihan dan kemudahan, Linux sepertinya masih menjadi momok yang menakutkan dan susah dipelajari. Pertanyaannya: bagian mana yang susah? Apa yang membuat Linux identik dengan susah dan sulit? Apakah perlu buku khusus soal Linux? Kalau iya, buku seperti apa yang diinginkan? Bagaimana formatnya? Apa saja yang perlu dibahas?

Jangan tanya pada saya (jawabannya). Saya pun sedang bertanya-tanya seperti Anda…πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚ Mari kita diskusikan di sini. Mari.., mari…

26 thoughts on “Mengapa Linux (Dianggap) Susah?

  1. saya pernah pakai ubuntu Hardy Heron. Memang perlu adaptasi. Hanya saja, pilihan software tdk sebanyak windows, install program pun tdk semudah windows yg tinggal klik file exe. Dan yang memaksa saya menggusur linux adalah tdk bs detect printer di jaringan.

    • @ ridwan:

      terima kasih atas masukannya. soal software sebenarnya banyak, cm memang tidak sepopuler windows, karena ubuntu memang relatif baru bagi kebanyakan pengguna di Indonesia. utk install software di ubuntu bisa pakai perintah sudo apt-get install atau perintah aptitude, tapi ini biasanya perlu koneksi internet. alternatif lain bisa pakai DVD repository.

      soal deteksi printer di jaringan, sy blm pernah coba. kalau printer lokal relatif mudah, tergantung merek/model printernya. untuk merek/model populer biasanya cukup mudah.

      ada lagi yang lain?

    • @ fara:

      sy juga msh belajar mbak…πŸ™‚ .

      saya kok belum tertarik ya pake linux

      lha itu dia, sy jg gak ngerti. mungkin tergantung kebutuhan masing2.

  2. sebenarnya saya ingin pake linux.. couse halalπŸ˜€, saya mau pake di laptop tp gak yakin he.. he.. dulu pernah pake bentar sih di Komputer saya yang Suse kalau gak salah… tp cuman bentar dan gusur lagi ke si wiwin nya Bill Gates..
    kira-kira Linux apa nih yang recomended pak?

    • @ Meria:

      …sebenarnya saya ingin pake linux…

      sip…πŸ™‚

      …tp gak yakin…

      harus yakin dong…πŸ™‚
      soal linux apa yg mo dipakai, itu mas Budi sudah jawabπŸ™‚ . yg populer sekarang dan (menurut saya) cukup mudah ya ubuntu (www.ubuntu.com). trima kasih utk kunjungannya…

  3. Saya sudah 1 thn ini menggunakan linux ubuntu, dan menurut saya tidak sesulit yang dibayangkan, cuma perlu sedikit penyesuaian diri aja…setuju dengan Meria halal dan gratis tentunya..

    • @ budi:
      iya betul. semua butuh penyesuaian. masalahnya, tidk semua orang/user cukup sabar utk menyesuaikan diriπŸ™‚ . thanksπŸ™‚

    • thanks. ini testimoni yg menarik. ada yg punya pengalaman lain? silakan berbagi cerita di sini…
      oiya. di rubrik Sosok kompas cetak edisi 1 Maret 2010 kemarin, ada cerita menarik seputar Linux. judulnya “Mahmud Ghaznawie, Jurus Kebal Linux”. intinya berawal dari kejengkelan terhadap serangan virus, sekarang semua komputer di fakultasnya pakai linux. yg diperlukan sekarang bukan sosialisasi, tapi linuxisasi. maksudnya, harus dipaksa pakai linux…πŸ™‚

  4. gimana ya…, di tempat gawe semua pake linux suse 10.1 , jadi bingung padahal aqu punya modem huawei 3g dan hsdfa tapi gak connect, gimana ya supaya bisa connect ? , apa harus ganti modem ? emang ada modem yang bisa di linux ???

    • gimana ya…, di tempat gawe semua pake linux suse 10.1

      sip laahh.πŸ™‚ congrats ya…

      jadi bingung padahal aqu punya modem huawei 3g dan hsdfa tapi gak connect, gimana ya supaya bisa connect ?

      ndak usah bingung masπŸ™‚ bs dicari lewat google

      apa harus ganti modem ?

      ndak perlu mas…

      emang ada modem yang bisa di linux ???

      ada dong mas. saya pernah coba Sierra Wireless 881U, juga Option Icon i225 (cm yg ini agak susah)

  5. saya pengen bgt pake linux nich
    mpe kebawa ngimpi
    makin lama rasane makin malu peke jendela
    maklum bajakan gitu

    sekarang lagi nyari2 yang kira2 cocok nich,
    ada masukan????

    • mpe kebawa ngimpi

      aaahhh…, masa iya sich..πŸ™‚

      sekarang lagi nyari2 yang kira2 cocok nich,

      sebenarnya varian linux sangat banyak mas. info selengkapnya bisa dilihat di http://www.distrowatch.com. menurut hemat saya, berdasarkan pengalaman, Ubuntu Linux lebih mudah buat pemula. selamat mencoba ya mas…

  6. Sy sudah pakai Linux. Modal kursus Ubuntu 10.04 selama 4 hari saja, saya sudah bisa menjadi admin jaringan untuk kantor sebanyak 50 klien dengan membuat Internet sharing, file sharing, print sharing, proxy, firewall, monitor jaringan, membagi bandwitdh, blok situs, membatasi komputer yang akses, mutar musik dan film berbagai format, bekerja dengan openoffice, burning CD dsb. Semuanya itu perlu dicoba.

    • wah, selamat ya. asyik dong, tiap hari makin mahir pake linux, plus digaji pula, wedewwww…πŸ™‚ . sy juga mau dong, hehehehe…πŸ˜€

      iya betul, semua perlu dicoba/dipraktekkan. kalau cuma modal teori tanpa praktek/coba langsung, kesannya makin susah…πŸ˜€

  7. Saya rasa Linux msih perlu perbaikan di bgian user friendly lagi, anggap saja standar ke-user-friendly-annya yg mnimal hrus setara Windows, ya mmg itu sudah ada tpi saya rsa msih kurg..
    Contoh saja instal software yg ckup mmbingungkan kcuali bgi pngguna Ubuntu (itupun tdk smua user mngerti)

    • @Andika: terima kasih sudah mampir kemari. soal aspek user friendly, saya pikir linux sangat dinamis dan selalu berbenah. linux punya banyak distro dan hampir setiap tahun selalu muncul versi terbaru. silakan mampir ke DistroWatch agar jelas.

      lalu, soal keinginan Andika untuk membuat Linux harus seperti (baca:semirip mungkin) Windows, saya rasa kurang bijak. Pasalnya, masing-masing punya keunikan sendiri. Kalau Linux dipaksa “meniru” Windows, lalu apa nanti bedanya Linux dan Windows? Lagi pula, anggapan ini rasanya muncul dari pengguna Windows sejati, yang hampir setiap hari pakai Windows. Lalu, sudah berapa lama kita kenal dan pakai Linux sehari-hari? Andaikata situasinya diubah, kita sudah lama pakai Linux sejak sekolah, lalu sekarang disodori Windows, tentu setali tiga uang, kan? Intinya, semua tergantung kebiasaan. Ala bisa karena biasa. Kalau tidak biasa, apalagi belum pernah pakai, tentu bingung jadinya…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s