Sindrom

Ada satu tulisan menarik dari Kompas Online hari ini soal sindrom telepon seluler. Di situ diceritakan, sebuah hasil survei menunjukkan bahwa 80 persen responden mengatakan bahwa mereka menderita sindrom telepon seluler. Mereka akan selalu terdorong untuk memeriksa apa ada panggilan tak terjawab atau pesan singkat. Seorang psikolog mengatakan, sindrom itu bisa menyebabkan stres. [baca sendiri di sini].

Selalu penasaran dan terdorong memeriksa apakah ada panggilan tak terjawab atau pesan singkat (SMS), ternyata masuk dalam kategori menderita sindrom. Kalau begitu, selalu penasaran dan terdorong memeriksa apakah ada email baru, komentar baru di blog, atau update status di Facebook atau Twitter—sehingga praktis seperti tiada kegiatan lain yang lebih penting dari itu—mungkin juga bisa disebut sebagai sebuah sindrom. Sindrom email, sindrom blog, sindrom Facebook, sindrom Twitter, hehehehe. Ternyata, sindrom bergentayangan di mana-mana, hahahaha…🙂

PS: Kata sindrom itu sendiri terdengar keren, ya? Padahal…. (hehehe…)🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s