Too Much ngeBlog Will Kill You!

Buntu, malas, capek, lemah, letih, lesu sewaktu menulis, sebabnya bermacam-macam. Bisa karena terlalu lama menulis, sehingga bosan. Atau bisa jadi justru sebaliknya, terlalu lama dan asyik dengan urusan lain, sehingga lupa atau malas untuk menulis kembali (PS: menulis buku). Dalam kasus saya, sepertinya yang terakhir ini penyebabnya.

Dulu mungkin saya pernah menulis sedikit tentang ini. Saat ini saya sedang asyik ngulik Ubuntu. Ubuntu itu bukan sejenis obat-obatan,šŸ˜€ tapi pil antiWindows salah satu varian Linux, sistem operasi alternatif layaknya Windows yang populer itu. Ditambah lagi, koneksi internet ‘kaya konten’ membuat saya semakin betah ngeblog dan browsing sana-sini. Hampir setiap saat kegiatan yang paling sering saya lakukan adalah dua itu. Lantas, apa hubungannya dengan malas menulis?

Begini. Lama bergaul dengan browser dan internet, membuat saya lupa, dan lama-kelamaan, muncul keengganan untuk kembali menulis secara formal seperti sedia kala. Menulis formal, maksudnya, menulis draft buku-buku baru di program word processor (semisal MS Word atau OpenOffice). Entah kenapa, saya lebih merasa nyaman menulis di blog. Mungkin karena lebih nyaman di mata (saya). Mungkin juga tampilan (interface web) yang menarik dan cenderung informal (buat saya), sehingga membuat nyaman (juga buat saya, hehehe…). Atau, sebab lain yang saya tidak tahu. Yang jelas, saya masih suka dan berminat untuk menulis, cuma…, medianya saja yang berbeda. Saya lebih merasa nyaman menulis di blog.

Agar menulis (buku) dan ngeblog bisa jalan bersama, saya menginstall blog (WordPress) di komputer lokal. Ada banyak tutorial di luar sana yang membahas secara khusus soal ini. Gambaran umumnya: install webserver dulu (misalnya yang praktis, XAMPP), lalu upload dan install WordPress di dalam folder htdocs. XAMPP sendiri bisa diinstall di Windows atau Linux. Sedangkan WordPress yang dimaksud di sini adalah WordPress.org.

Sebenarnya ini bukan hal baru, karena sudah lama saya lakukan, namun kurang dimaksimalkan/tidak ditujukan untuk menulis (semata), melainkan untuk tujuan lain (desain).

Menulis draft buku di blog lokal (demi menyalurkan hobi ngeblog sekaligus kewajiban nulis) sebenarnya punya keuntungan sekaligus kelemahan. Keuntungannnya, tentu saja dua hal tadi (ngeblog dan nulis draft buku) bisa jalan sekaligus, lebih nyaman, lebih cepat (karena lokal, tidak perlu interlokal koneksi internet hehehe…), dan sederet kelebihan lain (menurut saya lho…). Sementara kelemahannya, rentan atau rawan hilang/terhapus by accident (tidak sengaja). Hal ini bisa terjadi, lantaran webserver (dalam hal ini XAMPP) letaknya tersembunyi, tidak muncul secara eksplisit pada deretan menu desktop, layaknya aplikasi lain pada umumnya. Jadi, jika suatu saat kita terpaksa menginstall ulang Ubuntu Linux (misalnya ingin mencoba Ubuntu release baru), XAMPP seringkali langsung terhapus begitu saja tanpa sempat menyelamatkan data/backup database.

Cara ini opsional sifatnya, sangat personal, dan belum tentu cocok buat Anda. Selain itu juga sangat tidak disarankan, lantaran bisa jadi sangat merepotkan hehehe, kecuali memang niat dan berminat! ***

Btw. Ternyata benar apa kata orang-orang kuno dulu,
too much love nGeblog will kill you!”šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s