Telkom Dituding Jebak Pelanggan

SEMARANG—Sejumlah pelanggan menuding Telkom telah menjebak melalui program promo. Beberapa bulan terakhir mereka merasa dikecewakan terkait membengkaknya tagihan rekening telepon.

Meski sejumlah pelanggan merasa tidak komunikasi telepon ke luar, namun pihak Telkom membengkakkan tagihan hingga hampir seratus persen. Telkom berdalih, naiknya tagihan lantaran pelanggan telah mengikuti program tarif flat dengan abonemen Rp 65 ribu. Hal inilah membuat pelanggan mengeluhkan kinerja Telkom lantaran merasa dibohongi.

“Jarang digunakan telepon keluar tapi tagihannya sampai Rp 100.000. Telkom pernah menelepon untuk ikut paket, tapi yang di rumah tidak mengiyakan,” cetus salah satu pelanggan, Fendi (37).

Bermasalahnya layanan Telkom itu, juga dikeluhkan melalui SMS warga lewat rubrik Piye Jal di harian surat kabar ini. Dalam pesan singkatnya, keluhan yang dilontarkan menyebutkan promo telepon rumah menjebak.

“Hati-hati, katanya biar lebih murah tapi nyatanya jadi mahal. Bahkan kita bilang tidak pun diterjemahkan ya. Gila, lihat yang antre protes di Jl Pahlawan.”

Ketika dikonfirmasi, meski tersambung tapi telepon tidak diangkat oleh pengirim pesan singkat tersebut. Agus Susanto, Customer Care Telkom menjelaskan, keluhan yang diadukan pelanggan dalam beberapa pekan terakhir adalah seputar Program Paket Tetap (PTT).

Menurutnya, program tersebut memberikan keuntungan bagi konsumen melalui pembebasan abonemen. Tarif yang diberlakukan flat sebesar Rp 65.000 per bulan, asalkan kuota waktu bicara tidak melebihi kuota yang ditetapkan.

“Kalau melebihi kuota akan diberlakukan tarif tambahan yakni dari Rp 120 sampai Rp 100 per menit untuk sambungan lokal. Begitu pula tarif mobil akan diberlakukan sesuai tarif standar. Mungkin inilah yang kurang dipahami pelanggan,” ujar Agus didampingi Sujono dari Divisi Komunikasi.

Agus menampik kalau informasi program yang diberikan pada pelanggan ini bersifat sepotong-sepotong. Menurutnya, petugas akan menegaskan berkali ulang apakah pelanggan bersedia ikut program tersebut atau tidak. Adapun jika ada sinyal-sinyal kesediaan, petugas akan langsung menindaklanjutinya dengan melakukan registrasi.

Ditambahkan, setiap tiga bulan sekali, pihaknya selalu mengadakan temu pelanggan bagian dari edukasi Telkom atas pelayanan yang selama ini diberikan pada pelanggan. (J9-52)

Sumber: Semarang Metro, Suara Merdeka (29 Januari 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s